Selasa, Mei 10, 2005

Sepanjang jalan kenangan

Bagi teman-teman yang menyukai suatu perjalanan, terutama perjalanan darat menggunakan mobil, mulai tanggal 26 April 2005 yang lalu kita telah diberikan suatu alternatif jalur perjalanan yang mengasyikkan.

Suka ke kota Bandung? Wah, kebetulan. Per tanggal tersebut, jalan tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) yang menghubungkan Jakarta dengan Bandung sudah dioperasikan oleh pihak Jasa Marga. Dan masih gratis lagi.

Apa yang istimewa dari jalan tol itu, sih? Selain untuk keperluan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang diadakan di Bandung, waktu tempuh antara Jakarta-Bandung yang lebih singkat, juga suasana berkendara dengan melewati tol itu yang menyegarkan.

Dengan instruksi langsung dari Ibu Presiden Megawati ketika masih menjadi presiden, tol Cipularang ditargetkan untuk kelar dalam waktu 1 tahun saja. Lebih cepat 1 tahun dari waktu yang diperkirakan oleh pihak Jasa Marga.

Dengan melewati pegunungan, lembah, sungai, bahkan jalur kereta, tol Cipularang tidak hanya memberikan jaminan waktu tempuh yang singkat. Namun juga bisa memanjakan mata pengguna kendaraan untuk menikmati panorama yang tersaji.

Ada satu titik tertentu di mana antara rel kereta dengan jalan tol sejajar. Sehingga apabila kita ingin berfoto dengan latar belakang kereta yang sedang lewat, tentu sangat indah sekali.

Image hosted by Photobucket.com
dok: Kompas (repro)

Begitu pun sebaliknya,ketika kita menggunakan kereta api menuju Bandung atau sebaliknya ketika ke Jakarta, kita akan menyaksikan kekokohan jembatan tol tersebut yang terpadu begitu indah dengan hijaunya hamparan perbukitan di sekitarnya. Tanpa ada pemandangan cerobong-cerobong pabrik industri yang biasa ada di sekitar jalan tol di Jakarta.

Selain itu, daya tarik lain di Tol Cipularang adalah jembatan bebas hambatan terpanjang dan tertinggi di Indonesia, yakni Jembatan Cikubang.

Dulu ketika ingin pergi ke kota Bandung, kita harus melewati jalur Puncak Bogor yang terkenal macet di akhir pekan itu. Sekitar 3,5 sampai 4 jam waktu yang kita perlukan.

Dengan tol Cipularang, bisa kurang dari 2,5 jam untuk menuju kota Bandung. Bahkan waktu tempuh itu lebih singkat daripada perjalanan menggunakan kereta api. Kita tinggal masuk tol lewat Gerbang Tol Pondok Gede Timur (Jakarta) kemudian keluar di Pasteur (Bandung).

Untuk tarifnya sendiri diusulkan Rp 325 atau Rp 355 per km untuk kendaraan pribadi sekelas sedan atau jeep (gol I A).

Dengan panjang total sekitar 131 km dan melibatkan hampir 50 ribu pekerja untuk menyelesaikan proyek ini, diharapkan dapat memacu pembanguan di sektor yang lainnya. Terutama sektor pendidikan yang masih tambal sulam.

Ataukah kita akan membangun ketika ada suatu hajatan tertentu saja? Atau membangun ketika kita mendapatkan peringatan terlebih dahulu seperti musibah di Aceh? Entahlah. Berharap yang baik-baik saja, sambil kita harus tetap berjalan, menatap masa depan yang lebih baik. Ehm!

Suatu lintasan masa, tentu akan meninggalkan secarik cerita yang tersisa. Kadang indah, kadang biru, namun tidak jarang juga harus menjadi sebuah cerita yang pilu. Tapi kita telah melaluinya. Kita sudah merasakannya. Tinggal apakah masa itu akan kita gunakan sebagai lukisan untuk pengingat? Atau menjadi semacam tisu toilet yang langsung kita buang? Itu semua pilihan untuk kita.

Republik Ciputat, Mei 2005.

0 comments: