Status
Ada yang belum punya akun facebook? Wah, kalau belum punya... ya nggak papa... hehehe...

Saat ini facebook memang mengalami masa kejayaan sebagai media gaul sosial paling populer di internet. Hampir semua teman kita yang memiliki alamat email, kemungkinan besar juga memiliki akun facebook.
Hal yang paling menarik dari facebook adalah kita bisa menemukan teman lama kita dalam profil yang sebenarnya. Bisa kita bayangkan, seorang teman lama yang hampir 20 tahun tak berjumpa darat, bisa dipertemukan kembali lewat facebook dengan 'casing' paling mutakhirnya. Imbasnya, facebook jadi ajang reuni paling heboh, bahkan dilanjutkan dengan reuni di alam 'nyata'.
Selain itu, menulis Status dilanjutkan dengan menuliskan Komentar-komentar di facebook merupakan sebuah kegiatan yang bisa dikategorikan 'membuat ketagihan'. Habis melakukan apa saja, dua kegiatan tersebut selalu menyita perhatian kita. Apalagi tersedia notifikasi untuk setiap kegiatan kita di facebook.
Kembali ke Status, kolom tersebut memang tidak ada 'matinya' di facebook. Kita bisa menuliskan apa saja, yang saat itu juga bisa dipantau oleh teman-teman yang masuk dalam link pertemanan kita di facebook. Bahkan, ada ungkapan bahwa kolom Status pemakai akun facebook bisa menggambarkan pribadi orang tersebut secara sekilas. Hebat. Masuk akal juga karena, biasanya, Status yang ditulis tersebut adalah hal apa saja yang ada di hati atau pikiran orang saat itu juga, yang kemudian dituliskan dalam sebuah Status.
"Hal apa saja" inilah yang harus menjadi perhatian kita semua. Karena, ternyata tidak semua hal (sebaiknya) dapat kita tuliskan dalam sebuah kolom Status dan/atau Pesan facebook. Ada etikanya.
Secara garis besar, ada 2 poin atau etika yang harus kita ikuti ketika menulis di kolom Status dan/atau Pesan, yaitu:
- Jangan melakukan curhat yang bersifat pribadi atau membuka sebuah rahasia.
Karena, sekali lagi, hal yang kita tulis di kolom Status dapat dipantau oleh teman-teman yang memiliki link dengan kita di facebook. Tanpa sadar, kita mungkin sudah telanjur menuliskan sebuah info A1 di Status kita. Apalagi info soal pekerjaan kita. Wah, bisa berabe! :p
- Kenali perbedaan antara Wall dan Message facebook.
Apabila kita ingin menuliskan sebuah Pesan kepada teman kita di Wall miliknya, sesuaikan dengan materinya. Untuk hal yang umum, misalnya ajakan untuk bermain futsal nanti malam, bisa kita tuliskan. Namun, apabila bersifat pribadi dan sangat personal, sebaiknya kita kirimkan melalui fitur Message. Tidaklah nyaman apabila sebuah ungkapan yang privat, bahkan menye-menye harus terbaca oleh seluruh 'masyarakat' facebook. :-D
Sebenarnya ada poin atau etika lainnya yang sebaiknya kita ketahui, tetapi 2 hal tersebut bisa dikatakan sebagai hal yang sangat 'vital' dalam pergaulan di facebook. Bagaimanapun juga, kita berada dalam sebuah 'forum' yang terbuka dan saling berinteraksi, walaupun secara maya. Sudahkah kita lakukan poin-poin tersebut? Kalau belum, tidak ada kata terlambat!
;-)
Source: ini
Berlanjut!
Orangnya sabar-sabar.
Akhir pekan yang lalu berencana berlibur panjang di Jakarta saja. Namun, semua sudah ada yang mengatur, aku akhirnya pulang juga ke Jogja. Untuk sesuatu yang mendadak, Kamis malam, 9 April 2009, Pakdheku meninggal dunia. Sebagai kakak kandung dari bapakku, Pakdhe cukup dekat dan lumayan kukenal. Akhirnya, semua saudara yang ada di Jakarta berkoordinasi secara singkat dan seksama untuk segera ke Jogja.
Sebagai angkutan yang paling memungkinkan mengantar kita ke Jogja dengan cepat, pesawat menjadi pilihan utama. Dug.. dug... dug.... Entah kenapa, hati ini langsung waswas. Semua pikiran buruk langsung menggelayuti pikiran. Hmmm... berdoa saja.

Sumber foto: ini
Jumat, 10 April 2009, 04.30 subuh, sudah ngetem di tiket bandara, berharap masih ada tiket untuk 5 orang (aku, kakakku, sepupu, Budhe + suami). Go show! Alhamdulillah, setelah ngider ke tiketing tiga maskapai yang jaraknya uhui dengan tanpa hasil, akhirnya tiket bisa didapatkan di maskapai berlambang singo. Walau untuk jadwal terbang 10.20 wib, kita masih bersyukur dan berharap tidak ada delay untuk mengejar prosesi pemakaman setelah Jumatan, di hari yang sama.
Setelah bersiap diri dan membawa keperluan seadanya, kita berlima siap di bandara sejak pukul 09.00 wib. Setelah urusan bayar pajak dan check in kelar, kita menuju gerbang ke pesawat. Berharap tidak ada delay, walau Budhe, putri dari pakde yang meninggal, sudah bisa lebih tenang, tidak menangis lagi.
Setelah obrol sana obrol sini, jam sudah menunjukkan 10.15, dan tanpa ada tanda-tanda penumpang dipersilakan untuk menuju pesawat. Tunggu, tunggu, dan menunggu lagi. Mengobrol lagi. Delay lagi.
Bahkan, Budhe sempat berseloroh bahwa kemungkinan kita akan dipindah ke gerbang yang lain untuk menuju ke pesawat. Akh, nggak mungkin, pikirku. Emang metromini bisa dioper-oper. :-)
Akhirnya, pukul 11.00 wib ada pengumuman bahwa peswat sudah siap lengkap dengan pengumuman bahwa pesawat telat karena harus mencari posisi parkirnya. Tanpa pikir panjang, kita dan penumpang lain yang juga sudah tidak sabar menuju pintu pesawat. Namun, ada pengumuman berikutnya, bahwa kita harus pindah ke gerbang lain, karena pesawat tidak bisa berada di gerbang tempat kita menunggu. Huh? Beneran nih????? Wohohoho.... Budheku pun cuma berujar, "Bener tho, Le." Cleguk.
Aku berharap saat itu para penumpang menggerutu, marah-marah, banting-banting kursi, atau ngotot untuk minta pesawatnya yang pindah, bukan penumpangnya. Kenyataan lain, semua dalam diam sambil menuju gerbang yang dirujukkan. Hebat orang-orang ini, batinku. Ada apa? Ada apa? Apakah karena memang sudah berada dalam posisi yang tidak berdaya? Lebih baik telat tidak masalah asal selamat, seperti batinku. Hehehehe....
Ya, tidak terdengar sedikit pun selentingan kecewa ketika di dalam pesawat mengenai keterlambatan dan 'pengusiran' tadi. Sesabar itu kah mereka? Atau mereka sibuk dengan pikiran masing-masing? Sibuk berdoa? Atau sebegitu pasrahnya sampai diapa-apain juga ikut aja. Tidak seperti ketika akan naik moda angkutan bis, kereta api, atau travel. Seperti diriku. :p
Memang, segala hal yang menyesakkan itu 'begitu amat sangat terbayar sekali' dengan apa yang namanya: lega. Bisa mendarat di Jogja dengan selamat tanpa insiden apa pun. Masalah delay dan pindah gerbang pun hanya menjadi bumbu guyonan saja ketika masuk ke obrolan. Masalah 'kecil'. Masalah tentang pelayanan konsumen sebuah jasa berbayar.
Berlanjut!
Fenomena???
Kalau merujuk apa yang disebutkan dalam situs web Kamus Besar Bahasa Indonesia di
sini, fenomena adalah "sesuatu yg luar biasa; keajaiban". Dan 'sesuatu' itu pun bisa menjadi sesuatu yang fenomenal.
Facebook. Yup. Facebook sekarang sudah menjadi fenomena tersendiri bagi para pengguna internet. Seperti Bhinneka Tunggal Ika, walaupun berbeda latar belakang agama, etnis, golongan, tetapi kalau sudah terhubung dengan internet, satu pilihannya: Facebook. :p

Sumber: di sini.
Sungguh luar biasa serunya kalau ngobrolin soal Facebook. Mulai dari merasa sangat 'in' dengan punya akun di Facebook, bisa menemukan teman jadul yang terpisahkan ruang dan waktu puluhan tahun, sampai harus keringetan dingin ketika foto bersama 'mantan' atau 'sephia' terekspos tak sengaja. Bahkan jejaring sosial maya ini sudah pula menjadi lahan jualan virtual.
Apalagi sekarang untuk koneksi ke internet bisa lewat handphone. Wah, tambah heboh lagi, deh! Di mana pun (asal ada sinyal dan pulsa.. hehehe..., tiap menit, tiap detik, pandangan mata tidak pernah lepas dari layar handphone. Dari sekadar tengak-tengok, chatting, sampai bikin status yang ngegambarin apa yang lagi dekerjain. Pokoke, up date terus!
Ke kafe juga tidak hanya sekadar ngopi atau ngobrol, tetapi ber-wifi ria sambil nenteng laptop kemudian ngulik-ngulik halaman Facebook. Jadinya ya nggak ngobrol karena masing-masing asyik dengan laptop atau handphonenya. :D
Sepintas, Facebook mirip dengan situs web jejaring sosial yang lain. Namun, dengan adanya fasilitas untuk nge'tag' sebuah foto atau notes, semua menjadi 'ajaib'. Banyak yang terkaget-kaget bahwa kita punya link dengan teman yang untuk bertemu muka pun tak terpikirkan karena, misalnya, sedang ada di Swiss. Bisa melihat dan kontak-kontakan lagi dengan sohib kita yang terpisahkan hampir 20 tahun. Dan, tiba-tiba kita bisa merasa culun dan kehilangan jati diri ketika foto-foto masa lalu yang 'nggak banget' nongol karena nama kita di'tag' di foto itu.
Chatting pun bisa dilakukan di Facebook. Selain itu, fasilitas komentar yang disediakan di setiap aplikasi yang ada semakin membuat 'mainan' ini interaktif.
Karenanya, sebagai mahluk sosial memang kita dibentuk untuk merasa nyaman dengan berinteraksi dengan orang lain. Interaksi tersebut menjadi sangat spesial ketika orang lain tersebut orang-orang yang pernah dekat dengan kita dan ada perasaan lain ketika menemukan orang-orang tersebut, rasa kangen.
Tindakan-tindakan kecil yang bisa memuaskan 'keinginan' kita itulah yang membuat kita keranjingan atau ketagihan untuk nge-Facebook. Bahkan, di beberapa kantor, kehadiran Facebook sudah sama 'bahaya'nya dengan Yahoo! Messenger... hehehe... banyak tuh yang udah diblokir untuk akses ke Facebook karena dianggap mengganggu pekerjaan dan konsentrasi kerja... hehehehe... Berbahagialah yang ngepos di bagian IT! :p
Ya, Facebook memang fenomenal.
Berlanjut!